Selasa, 14 September 2010

violence

Ormas Islam Juga Minta HKBP Ikut Menahan Diri

E-mail Print PDF
Umat Islam Bekasi minta masalah penyegelan diselesaikan. Tapi meminta semua ikut menahan diri, termasuk Jemaat HKBP
Hidayatullah.com—Menyikapi kasus penusukan beberapa hari lalu, organisasi massa Islam Kota Bekasi berharap diselesaikan dalam ranah hukum. Termasuk,  penyelesaian masalah perizinan. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Kongres Umat Islam Kota Bekasi Shalih Mangara Sitompul kepada wartawan, Bekasi, Senin (13/9).
Shalih menyarankan agar permasalahan izin pendirian Gereja HKBP tersebut diselesaikan.
"Sebaiknya mereka mengajukan ijin ke pemkot. Kalau mereka mengajukan izinnya sesuai dengan prosedur, sesuai dengan SKB 3 Menteri, pemkot pasti akan memberikan ijin itu," tuturnya.
Selain itu, Shalih juga mengatakan, jika peristiwa penusukan anggota jemaat HKBP terkait dengan penyegalan gereja HKBP di Ciketing, maka pihak HKBP juga harus ikut menahan diri.
"HKBP juga diminta harus menahan diri," kata Shalih.
Shalih yakin,  peristiwa penusukan anggota jemaat dan seorang pendeta HKBP itu bukan dilakukan oleh anggota dari salah satu organisasi Islam. "Bukan dari ormas Islam," tegasnya.
Shalih juga menolak jika peristiwa penusukan ini dikaitkan dengan konflik agama. Menurutnya peristiwa ini, merupakan tindak kriminal murni, sebagaimana dikatakan polisi.
"Bisa jadi pelaku kesal dengan jemaat HKBP yang setiap hari Minggu mereka konvoi jalan kaki sepanjang 3 Km dari titik simpul ke tempat ibadah," ungkapnya.[ain/hidayatullah.com]

kafirinnnn


Presiden MU-PBB Prihatin Proyek Museum Toleransi

Sejauh ini belum ada tindakan tegas terhadap organisasi Yahudi yang membangun proyek tersebut

Hidayatullah.com--Presiden Majelis Umum PBB, hari Senin (13/9), menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas apa yang disebutnya sebagai penistaan atas pemakaman kuno Mamilla (Ma'man Allah) milik Muslim di Yerusalem Barat. Demikian agen berita PBB melaporkan.

Dalam sebuah nota yang diterbitkan oleh jurubicaranya, Ali Treki mengatakan bahwa dirinya "khawatir dengan tujuan proyek sekular yang sedang dibangun di atas tempat sakral, yang menjadi tempat pemakaman para tokoh agama selama lebih dari 14 abad."

Presiden MU-PBB itu lebih jauh mengatakan dirinya "yakin hal ini akan menjadi dasar aksi sakralijius dan provokatif yang mengancam perdamaian serta dialog antarwarga dan agama."

Awal Agustus lalu Yayasan Wakaf dan Pusaka Al-Aqsa, pemegang mandat pemeliharaan situs makam tersebut, mengatakan pihak Israel kembali membuldozer beberapa batu nisan dan batas makam yang baru saja direnovasi. Pemerintah Israel di Yerusalem berdalih melakukan pembongkaran setelah mendapati pihak yayasan memalsukan makam-makam.

Pada tahun 2009 lebih dari 1.500 makam dibongkar Israel untuk membangun Museum Toleransi yang didanai oleh Simon Wiesenthal Center--yayasan Yahudi yang memberikan hadiah uang dan medali kepada Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Tak lama kemudian, Rashid Khalidi salah seorang akademisi AS dan beberapa rekannya, yang nenek moyang mereka dikuburkan di pemakaman itu, berusaha mempertahankan makam dengan mengirimkan surat ke PBB dan organisasi internasional lainnya, dengan memberikan bukti-bukti baru perusakan yang dilakukan oleh Israel.

Kompleks pemakaman Muslim Ma'man Allah masih berfungsi hingga tahun 1948, ketika Yahudi memproklamirkan berdirinya Israel. Baca juga berita sebelumnya Makam Muslim Dirusak Israel Jadi Museum. [di/maan/hidayatullah.com]

kalamiah

Membaca Huruf Arab ‘Susah untuk Otak’?

E-mail Print PDF
Penelitian menunjukkan, orang Israel kesusahan mempelajari Bahasa Arab dibanding Inggris atau Ibrani. Kuncinya ada pada otak kiri dan kanan
Hidayatullah.com--Di Libanon, terdapat festival bahasa Arab yang mendorong anak-anak untuk belajar alfabet Arab. Ilmuwan Israel meyakini mereka telah meneliti mengapa huruf Arab susah untuk dipelejari untuk digunakan dalam membaca.  Tim dari Haifa University mengatakan umumnya orang menggunakan kedua sisi otak mereka ketika mereka mulai membaca bahasa-tetapi ketika belajar huruf Arab hal ini adalah usaha yang sia-sia.
Detail dari karakter huruf Arab memaksa siswa harus menggunakan hanya otak kiri mereka karena bagian itu lebih baik khususnya dalam hal-hal yang detail.
Penelitian dari studi 40 orang yang dilaporkan di Neuropsychology menunjukkan, karakter khusus dari tulisan arab menyusahkan otak bagian kanan untuk dilibatkan,” kutip Professor Zohar Eviatar dari Universitas Haifa, Israel.
Ketika seseorang belajar membaca tulisan Arab mereka harus mengenal huruf-hurufnya, dan mana yang dibaca dengan bersuara.
Kemampuan untuk mengucapkan huruf terpisah terlihat berbeda dalam huruf Arab, karena pengucapan karakter secara terpisah sangatlah mendetail termasuk seperti penempatan titik.
Professor Zohar Eviatar, yang memimpin tim peniliti mengatakan, “Karakteristik khusus dari huruf Arab mempersulit otak kanan untuk dilibatkan. Ketika kamu memulai sesuatu yang baru, [otak kanan] banyak terlibat.”
Perbedaan yang sangat jelas
Peneliti memeriksa 40 mahasiswa. Beberapa dari mereka hanya berbicara bahasa Ibrani, sementara yang lainnya dapat berbicara dan membaca tulisan Arab.
Untuk mengetahui otak mana yang bekerja saat membaca huruf-huruf, peneliti menampilkan ke 10 angka per 1 detik untuk satu sisi pada layar atau yang lainnya.
Ketika mata melihat sesuatu dalam waktu singkat, dan itu terletak pada satu sisi layar hanya satu sisi otak yang memproses gambar cukup cepat.
Tim mengukur seberapa cepat dan akurat siswa ketika mencoba melafalkan bagian-bagian huruf, pertama dalam bahasa Ibrani, kemudian dalam bahasa Arab.
Semua siswa dapat membaca bahasa Ibrani dengan baik, dan mereka terbiasa menggunakan otak sisi kanan dan kiri untuk melafalkan huruf Ibrani.
Hal yang sama yang ditemukan pada huruf Inggris.
Karakter dalam bahasa Inggris dan Ibrani lebih muda di ucapkan karena terdapat perbedaan yang cukup jelas dibandingkan dalam huruf Arab.
Kepekaan
Ketika mereka melihat murid-murid membaca huruf Arab, hal ini memberi tim petunjuk mengapa anak-anak mengalami kesulitan dalam belajar membaca.
Bahasa Ibrani- hanya seseorang yang bertingkah seperti anak kecil yang mulai membaca dalam banyak bahasa-mereka mulai untuk melafalkan huruf Arab secara terpisah, mencobanya melakukannya dengan pelan tapi melakukan banyak kesalahan, dan menggunakan kedua sisi otak mereka.
Pembaca tulisan Arab yang baik, bagaimanapun, hanya menggunakan otak bagian kiri mereka untuk melafalkan tulisan arab secara terpisah.

hiegienez


Antibiotik Merusak Pencernaan

E-mail Print PDF
Meskipun ringan, antbiotik bisa membunuh semua organisme mikro yang baik dan jahat dalam usus

Hidayatullah.com--Meskipun kelihatannya lembut, antibiotik bisa merusak keseimbangan mikrobiologi dalam usus, sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan yang tidak terlihat. Demikian menurut peneliti di AS, Senin (13/9).

Sebuah penelitian mendalam atas tiga wanita yang diberi asupan ciprofloxacin menunjukkan bahwa obat tersebut menekan populasi seluruh bakteri bermanfaat yang ada di dalam usus. Dan setidaknya satu wanita memerlukan waktu berbulan-bulan lamanya untuk pulih.

Hasil studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences itu mendukung peringatan yang selama ini kita dengar bahwa antibiotik dapat merusak bakteri-bakteri baik di dalam tubuh.

Para peneliti melakukan tes terhadap ketiga wanita itu setiap hari. Mereka memberikan asupan ciprofloxacin untuk lima hari sebanyak dua kali selama 10 bulan masa studi.

Mereka melakukan tes DNA guna mengetahui apa saja mikroba yang hidup dalam usus ketiganya.

"Efek ciprofloxacin terhadap mikroba dalam usus sangat dalam dan cepat," tulis Les Dethlefsen dan David Relman dari Universitas Stanford.

"Satu minggu setelah akhir masa asupan, kehidupan (mikroba) mulai kembali pulih, tapi seringkali tidak pulih sepenuhnya."

"Usus manusia merupakan salah satu ekosistem paling rumit di planet ini," demikian tulis para peneliti.

Berbagai penelitian lain menegaskan bahwa mikroba dalam usus membantu pencernaan dan bakteri baik bisa melawan bakteri jahat yang berbahaya bagi tubuh.

Mikroba usus bahkan juga diketahui memiliki peran dalam kasus obesitas dan alergi. Lactobacillus reuteri yang bisa dijumpai dalam ASI diketahui membantu tubuh melawan infeksi rotavirus yang bisa menyebabkan radang di perut, diare dan demam pada anak.[di/rtr/hidayatullah.com]

salaman

sendu syahdan lebaran
“Sesungguhnya kami bisa eksis dan melebarkan sayapnya dakwah di 150 perwakilan di seluruh pelosok tanah air,  bukan karena ilmu, bukan pula karena ketrampilan menejemen, dan kepintaran personilnya, melainkan karena rahmat dan barakah dari Allah Swt. Insya Allah,” bagitu akunya.

Jika direnungkan, statemen saudara kita itu, besar kemungkinan benar. Tanpa rahmat dan taufiq dari Allah, sesungguhnya keberhasilan dan kesuksesan kita bukan apa-apa. Setiap orang bisa sukses. Hanya saja semua orang yang sukses belum tentu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Alangkah ruginya kekayaan dan kesuksesan kita tanpa dibarengi keberkahan.

Maka, untuk melipatgandakan karunia yang telah diberikan oleh-Nya, kita harus mewaspadai kehidupan individu, keluarga yang tidak berkah. Yang tidak mendatangkan kebahagiaan hidup di sini dan hari esok. Mulailah berhati-hati dengan uang, prestasi, ilmu yang kita peroleh. Usahakan supaya yang menjadi milik kita menjadi multiguna (berkah). Jangan seperti orang kafir, tidak selektif dalam berusaha dan tidak hati-hati dalam memasukkan sesuatu di dalam mulutnya.

 “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang haus dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.” (QS. An-Nur (24) : 39).

Seperti halnya gelas. Gelas hanya bisa nikmat digunakan untuk minum jika terlebih dahulu gelas itu kita bersihkan. Tidak dipenuhi dengan kotoran-kotoran yang menempel didalamnya. Jangan sekali-kali mencoba untuk tidak jujur, karena kebohongan itu pangkal segala pelanggaran di dunia ini.

Untuk apa? Jujur atau tidak jujur tetap Allah Swt yang Maha Memberi. Rezeki penjahat juga datang dari Allah Swt. Rezeki orang yang jujur juga datang dari Allah Swt. Bedanya, rezeki yang diberikan kepada penjahat menjadi haram, tidak berkah. Sedangkan yang diberikan kepada orang yang sungguh-sungguh jujur adalah rezeki yang halal, berkah.

Banyak pencuri, koruptor, penjahat, perampok yang akhirnya berujung gagal. Sekalipun mereka menggunakan segala cara untuk mencari rezeki, tetapi jika Allah Swt tetap tidak merestui dan tidak memberkahi hasil yang ia peroleh.

Kalau kita mengharapkan rezeki yang berkah, harus berjuang sekuat tenaga agar jangan sampai terlintas dalam hati nurani kita secuil apapun untuk berbuat tidak jujur dan licik, sebab akan menghilangkan keberkahannya. Setelah kita berbuat jujur, hati-hati pula jangan sampai ada hak-hak orang lain yang terampas atau belum ditunaikan, apalagi hak ummat Islam secara keseluruhan.

Kehidupan yang tidak berkah adalah kehidupan yang dilaknat oleh-Nya. Dijauhkan dari kebaikan. Sehingga apa yang menjadi milik kita tidak menjadi pendukung untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Kepemilikan kita tidak bisa menjadi sahabat, tetapi menjadi musuh bagi. Makin banyak harta, tinggi ilmu, mapan kedudukan, secara pelan dan pasti membuat lobang kehancuran kita sendiri (istidraj).

 “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-KU, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (serba sulit), dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”
  [QS. Thaha (20): 124]. [Kudus, Februari 2010/www.hidayatullah.com]